Pengangguran di Kalbar Meningkat

pengangguran

Kabar buruk datang dari data ketenagakerjaan Kalimantan Barat yang baru saja dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut hasil survei angkatan kerja nasional (Sakernas) Agustus 2019. Tingkat pengangguran terbuka tahun 2019 di Kalbar meningkat 0,19 persen dari 4,26 persen di tahun 2018 menjadi 4,45 persen pada tahun 2019. Pada Agustus 2019, tingkat pengangguran kaum laki-laki sebesar 4,83 persen meningkat sebesar 0,70 persen bila dibandingkan Agustus 2018. Sedangkan tingkat pengangguran perempuan menurun sebesar 0,66 persen ditahun 2019. Dari 4,48 persen di tahun 2018 menjadi 3,82 persen pada tahun 2019 diperiode yang sama. Walakin, tingkat pengangguran terbuka di Kalimantan Barat masih lebih rendah dibandingkan tingkat pengangguran secara Nasional yang berada di angka 5,28 persen.

Pengangguran Menurut Pendidikan

Sakernas BPS bulan Agustus 2019 pun mencatat jumlah penduduk Kalimantan Barat sebanyak 3.630.118 jiwa. Dimana yang termasuk angkatan kerja sebanyak 2.479.287 dan bukan angkatan kerja sebesar 1.150.831 jiwa. Dari 2.479.287 angkatan kerja, 110.272 adalah pengangguran terbuka. Pengangguran terbuka di Kalbar didominasi oleh lulusan SMA sebanyak 30,70 persen, SD kebawah 26,40 persen, SMP (18,13 persen), SMK (14,90 persen), Universitas (7,17 persen) dan Diploma (2,70 persen).


Tingkat Pengangguran Terbuka per Kota dan Kabupaten

Dilihat dari data per kabupaten dan kota di Kalbar. Kabupaten Melawi dan Kapuas Hulu merupakan dua wilayah yang tingkat penganggurannya terkecil yakni sebesar 2,45 dan 2,46 persen. Sedangkan ibu kota provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, serta Singkawang adalah kota yang tingkat pengangguran terbukanya tinggi sebesar 9,13 dan 6,44 persen.

Penduduk Kalbar usia 15 tahun keatas yang bekerja pada tahun 2019 didominasi lulusan SD kebawah (1.193.438 jiwa), SMA (427.731 jiwa), SMP (394.587 jiwa), Universitas (161.446 jiwa) dan SMA Kejuruan (142.849 jiwa) serta Diploma (48.919 jiwa).

Disisi lain kabar gembira tercermin dari Sakernas Agustus 2019. Dimana penduduk Kalbar usia 15 tahun keatas yang berwiraswasta (berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap/tidak dibayar maupun berusaha dibantu buruh tetap) meningkat 38.883 jiwa dari 941.083 jiwa pada tahun 2018 menjadi 979.966 jiwa di tahun 2019. Peningkatan penduduk Kalbar yang berwiraswasta berkorelasi terhadap kecenderungan masyarakatnya yang bekerja. Pada tahun 2018 jumlah penduduk Kalbar yang bekerja mencapai 1.405.798 jiwa dan menurun menjadi 1.390.049 jiwa pada tahun 2019.

 

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Menurun

Tingkat partispasi angkatan kerja (TPAK) di Kalbar tahun 2019 sebesar 68,30 persen atau turun 0,35 persen dari tahun 2018. Penurunan TPAK tertinggi berada di Kabupaten Landak sebesar 6,07 persen. Pada tahun 2018, TPAK di Landak sebesar 74,46 persen dan di tahun 2019 sebesar 68,39 persen. Kota Singkawang mencatat kenaikan TPAK yang signifikan, dari 61,07 persen di tahun 2018 menjadi 66,97 persen pada 2019.

Berdasarkan Sakernas 2019, Sekadau, Kapuas Hulu dan Melawi merupakan tiga kabupaten yang memiliki Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja tertinggi di Kalimantan Barat masing-masing sebesar 77,19 persen, 76,93 persen dan 74,37 persen. Pontianak, Mempawah dan Kubu Raya tercatat memiliki TPAK terkecil di Kalbar, masing-masing sebesar 61,62 persen, 62,98 persen dan 64,68 persen.

Gambar oleh Intelligent Netware dari Pixabay

5 Replies to “Pengangguran di Kalbar Meningkat

Tinggalkan Balasan