Kopi Janji Jiwa Pontianak Untuk Jiwa Yang Penasaran

Kopi janji jiwa pontianak

Dalam berbagai literatur, kopi pertama kali masuk ke Indonesia dibawa oleh orang Belanda pada abad 17. Suburnya bumi nusantara membuat kopi tumbuh mekar hingga saat ini.

Kesuksesan film Filosofi Kopi membuka cakrawala saya tentang beragam caranya penyajian kopi. Dahulu saya hanya menikmati kopi sachet. Praktis adalah alasan utama. Dan harga yang terjangkau.

Janji Jiwa. Kedai kopi yang baru buka di Pontianak. Saya mengenal gerai kopi Janji Jiwa dari kawan kantor. Namun belum ada keinginan untuk menikmatinya. Bagi saya warung kopi tradisional di Pontianak, seperti Asiang, Aming dan Sari Wangi tetap yang pas di lidah dan kantong pribadi.

Kultur Melayu membuat menjamurnya kedai kopi di Pontianak. Dari yang murah sampai mewah.

Unggah-ungguh pula yang menyebabkan nyaris setiap pagi mereguk kopi di kedai kopi sebelum bekerja menjadi acara rutin saya. Pergi ketiga kedai kopi diatas saat pagi hari tidak mungkin saya lakukan. Jarak yang memisahkan saya dengan warung kopi tersebut.

Menuju Kopi Janji Jiwa Pontianak

Kemelitan akan rasa Kopi Janji Jiwa Pontianak membuat saya mengiyakan ajakan istri menuju gerainya pada hari Sabtu (06/07/2019). Tentu dengan waadat setelah pergi ke supermarket Xing Mart untuk memenuhi kebutuhan bayi kami. Sekitar pukul 10.45, kami bergegas ke kedai Kopi Janji Jiwa Pontianak untuk menuntaskan rasa ingin tahu.

Pintu masuk kedai kopi janji jiwa pontianak
Pintu masuk kedai kopi jani jiwa (Foto koleksi pribadi).

Tak sampai lima menit, kami sampai di tempat tujuan. Kedai Kopi Janji Jiwa Pontianak dari depan terlihat kecil. Lorong masuknya hanya sekitar satu setengah meter. Cukup kecil untuk orang yang berlalu lalang. Maklum bangunannya menyatu dengan outlet ekspedisi. Begitu masuk ke dalam, ruangannya cukup luas. Ruangan untuk pelanggan terbagi dua, indoor dan outdoor. Di gerai ini, pengunjung yang merokok dan tidak, dipisahkan untuk menjaga kenyamanan masing-masing pelanggan.

Pesanan Kami di Kopi Janji Jiwa Pontianak

Untung saja kala sampai di gerai tidak tampak pengunjung yang lain. Hanya ada sepasang pegawai. Semerta kami pun menempahnya. Lantaran pergi bertiga bersama istri dan Nazya. Kami hanya memesan dua jenis minuman. Saya yang terbiasa minum kopi mencoba es kopi susu sedang istri menempah matchaberry. Nazya? Cukup minum pesanan ibunya. Toh, setiap Nazya memesan apapun senantiasa tidak habis. Untuk kedua pesanan itu. Kami menebusnya dengan uang Rp 46.000,-.

Struk Pesanan Kopi Janji Jiwa Pontianak
Bukti pembayaran pesanan di Kopi Janji Jiwa (Foto koleksi pribadi)

Kurang lebih sepuluh menit pesanan kami telah jadi. Rasa es kopi susunya enak kalau tak mau dikatakan cukup nikmat. Atau mungkin karena saya yang kurang terbiasa dengan kopi susu campur es. Soal rasa pada akhirnya tergantung kepada selera masing-masing. Enak atau tidaknya bertumpu akan indera pengecap tiap orang.

Pesanan di Kopi Janji Jiwa Pontianak
Pesanan kami di Kopi Janji Jiwa (Foto koleksi pribadi)

Matchaberry, pesanan istri, justru yang enak menurut lidah saya. Barangkali saya akan memesan kembali. Es kopi susunya Kopi Janji Jiwa Pontianak mungkin tidak masuk daftar saya. Lantaran masih lebih enak kopi hitam ataupun kopi susu tanpa es.

3 Replies to “Kopi Janji Jiwa Pontianak Untuk Jiwa Yang Penasaran

Tinggalkan Balasan