Hari – 1 : Pergi ke Balikpapan

Pergi ke balikpapan

Saya akan mencoba membagikan cerita selama beberapa hari kegiatan saya di Balikpapan.

Pesawat terbang Lion Air JT 936 tujuan Balikpapan dari Pontianak mengalami delay. Seharusnya kami berangkat pukul 18.00. Di layar bandara Supadio tertulis pukul 19.40 kami akan diberangkatkan. Pihak maskapai mengatakan karena ada masalah teknis. Saya rasa itu jawaban umum dan paling aman bagi manajemen maskapai.

Sambil menunggu terbang. Kami yang masih di pintu keberangkatan memutuskan untuk rehat sekedar ngopi dan merokok di warung.

Kurang lebih 30 menit berada di warung kopi. Kami berlima memutuskan untuk masuk ke dalam bandara. Bermodalkan boarding pass yang sudah dicetak oleh kawan yang bertugas di bandara Supadio, kami melenggang kedalam bandara.

Bersiap Pergi Ke Balikpapan

Sampai di ruang tunggu bandara. Kami bertemu dengan tiga orang. Dua orang ku kenal baik. Salah satu rekan kerja sedangkan satunya Kepala Disnaketrans Sambas, saya biasa memanggilnya pak usu. Satu lagi ternyata perwakilan dari Pengadilan Agama Sambas. Setelah berbincang sejenak, kami memutuskan untuk berpisah. Saya bersama empat kawan bergerak ke arah kiri menuju smooking room dan tiga orang yang kami jumpai menuju arah kanan.

Smooking room di ruang tunggu ku taksir berukuran 3×6 meter. Cukup untuk menampung kami berlima ditambah empat orang “pejuang petani tembakau” yang terlebih dahulu datang. Sayangnya sudah tidak ada lagi bangku untuk duduk di ruangan merokok.

Sekitar pukul 18.02 WIB. Petugas bandara mengabarkan kalau pesawat ke Balikpapan akan berangkat pukul 19.00WIB. Lebih cepat dari jadwal di layar. Cuma delay 30 menit pikirku. Sampai di bandara Sepinggan sekitar pukul 20.19 WIB atau 21.19 WITA.

Pukul 22.05 WITA, kami sampai di hotel Swiss-Belhotel Balikpapan.

Tinggalkan Balasan