Anjangsana Ke Rainbow Garden Pontianak

Rainbow Garden Pontianak

Kali kedua saya pergi ke taman bermain Rainbow Garden Pontianak. Taman bermain di pinggir Pontianak yang terjangkau dengan kantong rerata penduduk Pontianak.

Kunjungan pertama ke Rainbow Garden Pontianak kami lakukan tanggal 19 Desember yang lalu. Tanggal 23 Desember kemarin, istri mengajak kembali kesana karena keponakannya ingin juga bermain kesana.

Letak Rainbow Garden Pontianak

Letak Rainbow Garden berada di Jalan Tabrani Ahmad, Pontianak. Masyarakat Pontianak mengenalnya dengan nama Pal Lima. Bila menuju ke Rainbow Garden bisa juga melalui jalan Husein Hamzah. Dari persimpangan Husein Hamzah menuju Rainbow Garden sekitar 160 meter. Dibutuhkan waktu sekitar dua menit kalau berjalan kaki.

Jarak tempuh dari rumah ke Rainbow Garden sekitar 15 kilometer atau sekitar 30 sampai 40 menit. Tergantung rute yang ditempuh.

Harga Tiket Masuk Rainbow Garden Pontianak

Sesuai fungsinya sebagai taman permainan. Untuk masuk ke dalam Rainbow Garden Pontianak setiap pengunjung dikenakan biaya sebesar 10 ribu rupiah. Cukup murah dan terjangkau. Bagi pengunjung dibawah umur satu tahun tidak dikenakan biaya.

Karena kemarin kami berangkat dengan rombongan tujuh orang. Tiket masuk yang harus kami keluarkan sebanyak Rp 70.000.

Permainan di Rainbow Garden Pontianak

Selain membayar tiket masuk. Kami pun harus membeli kupon permainan. Satu kupon harganya lima ribu rupiah. Kami pun merelakan uang selembar seratus ribu rupiah untuk ditukarkan dengan 20 kupon.

Permainan pertama yang kami tuju adalah Bom Bom Car. Kali pertama dalam hidup saya main Bom Bom Car terjadi puluhan tahun yang lalu di Topaz atau Tomang Plaza yang sekarang menjadi pusat perbelanjaan Roxy Square.

Rainbow Garden Pontianak
Permainan Bom Bom Car di Rainbow Garden Pontianak

Untuk main Bom Bom Car, kupon yang diperlukan sebanyak empat buah kalau dirupiahkan sebesar 20 ribu rupiah. Empat kupon tersebut nanti ditukarkan dengan koin untuk menghidupkan Bom Bom Car. Karena yang akan bermain disini anak saya dan kakak sepupunya maka kupon yang harus kami tukarkan sebanyak delapan buah.

Lamanya permainan Bom Bom Car sekitar delapan menit dan mesin akan mati secara otomatis setelah melewati waktunya. Sistem antriannya masih manual dan tidak jelas. Tergantung yang petugas permainan bagi pengunjung yang akan bermain. Untuk bisa mendapatkan bom bom car, saya harus sedikit ngotot dengan petugasnya.

Permainan selanjutnya yang kami tuju adalah perahu elektrik. Biayanya sebesar 15 ribu rupiah atau tiga kupon. Kami pun menukarkan enam kupon untuk mendapatkan dua perahu elektrik. Banyaknya pengunjung yang ingin bermain perahu elektrik membuat antriannya serampangan. Ketika kami menukarkan kupon tersebut kami mendapatkan nomor antrian 10 dan 11. Tapi beberapa saat kemudian ada pengunjung setelah kami yang mendapatkan nomor antrian enam. Kami pun akhirnya dipanggil belakangan. Setelah saya perhatikan ternyata nomor antrian yang sudah digunakan bisa dipakai kembali oleh pengunjung yang lain. Mau tidak mau, kami pun akhirnya terpaksa ngotot kepada petugasnya untuk mendapatkan kesempatan bermain. Lantaran sudah beberapa pengunjung sesudah kami yang didahulukan. Bahkan salah satu petugasnya sempat berujar tidak usah pakai nomor antrian pasalnya banyak diprotes oleh pengunjung.

Rainbow Garden Pontianak
Bebek Elektrik di Rainbow Garden Pontianak

Lamanya permainan bebek elektrik hingga sembilan menit. Sama seperti bom bom car bila waktunya habis maka mesinnya akan mati sendiri.

Permainan ketiga yang kami tuju yakni mandi bola trampolin. Tiketnya sebesar 15 ribu rupiah atau tiga kupon. Saya sendiri tidak masuk ke arena permainan ini. Nazya dan Gea yang ikut bermain. Untuk keduanya kami menyulih enam tiket atau sebesar 30 ribu rupiah. Ibunya Nazya ikut mendampingi keduanya bermain tanpa dikenakan biaya. Saya menggunakan kesempatan ini untuk berkeliling lokasi Rainbow Garden Pontianak sekaligus mencari kudapan dan minuman.

Di dalam lokasi Rainbow Garden Pontianak terdapat kantin yang menjual berbagai makanan dan minuman. Pop corn yang saya makan harus ditebus dengan uang sebesar 20 ribu rupiah. Untuk minuman ringan saya harus mengeluarkan duit 10 ribu rupiah.

Setelah bermain mandi bola trampolin. Keduanya ingin bermain Rumah Balon. Mau tidak mau saya membeli kupon kembali karena kupon permainan sudah lindang. Saya pun menempah uang 30 ribu untuk enam kupon yang akan digunakan mereka berdua.

Ketika keduanya asyik bermain. Saya mencoba bercakap dengan petugasnya. Dari petugasnya saya tahu kalau arena bermain ini baru dibuka dua bulan yang lalu dan pengunjung banyak yang datang saat malam hari. Siang hari jarang ada pengunjung karena tempatnya terbuka. Maklum Pontianak merupakan kota yang berada di garis edar matahari. Jarang ada warga Pontianak yang mau beraktifitas di luar ruangan saat siang hari.

Kesimpulan Saya Tentang Rainbow Garden Pontianak

Sebagai taman bermain di Pontianak. Rainbow Garden Pontianak menurut saya bagus. Harga yang murah dan terjangkau menjadi alternatif masyarakat Pontianak untuk membawa anaknya bermain. Apalagi letaknya yang masih di kota Pontianak tentu akan menjadi pilihan utama orang tua membawa anaknya bermain di Rainbow Garden Pontianak.

Saran Untuk Pengelola Rainbow Garden Pontianak

Ada beberapa yang harus diperhatikan oleh pengelola Rainbow Garden Pontianak. Pertama. Masalah kebersihan. Walaupun ada tempat sampah di beberapa titik namun saya melihat masih ada sampah yang berserakan. Masih banyak pengunjung yang tidak sadar untuk membuang sampah pada tempatnya. Saya pun tidak melihat petugas kebersihan disini. Seharusnya ketika kesadaran pengunjung akan kebersihan kurang bisa ditutupi dengan adanya petugas kebersihan yang siaga membersihkan sampah maupun bekas makanan yang berada di kantin.

Kedua. Masalah antrian pemakaian alat permainan. Pengamatan saya, sistem antrian masih manual dengan metode first in – first out. Dengan petugas yang terbatas tentu tidak akan mampu mengontrol antrian pengunjung ketika sedang ramai seperti kemarin. Walaupun sistem antriannya manual tapi nomor antriannya tetap harus berlanjut. Tidak seperti yang saya alami. Nomor antrian yang sudah terpakai sebelumnya bisa digunakan oleh pengunjung berikutnya. Ini membuat kesemrawutan.

Ketiga. Tidak adanya tempat khusus merokok. Saya melihat ada beberapa pengunjung yang merokok di dalam taman bermain. Dengan mayoritas pengunjung yang masih anak-anak tentu harus ada ruangan khusus merokok. Sebagai perokok aktif yang memiliki anak tentu saja saya tidak ingin Nazya dan Mahira terpapar asap rokok. Saya selalu berusaha menjauh dari mereka berdua ketika akan merokok. Saat berada di Rainbow Garden terpaksa saya pergi keluar menuju tempat parkir guna menghisap sebatang rokok.

Tinggalkan Balasan