Angka Perceraian di Pontianak Mencapai 1000 Lebih

Perceraian di Pontianak

Dalam biduk rumah tangga. Perceraian sebisa mungkin dihindarkan. Tabu alasannya. Apabila bahtera rumah tangga tidak bisa diselamatkan lagi. Perceraian mungkin menjadi solusinya.

Ini terjadi pada lebih dari seribu lebih rumah tangga di Pontianak. Data Pengadilan Agama Pontianak hingga November 2019 tercatat 1.011 kasus perceraian yang sudah putus. Terjadi kenaikan sebesar 27 persen bila dibandingkan dengan November 2018 yang sebesar 796 perceraian. Secara keseluruhan di tahun 2018, angka perceraian di Pontianak mencapai 960 kasus. Dan ditahun 2017 mencapai 913 kasus perceraian.

Perceraian di Pontianak tahun 2019

Penyebab perceraian di Pontianak tahun 2019 didominasi perselisihan atau pertengkaran pasangan terus menerus sebanyak 825 kasus, permasalahan ekonomi sebanyak 175 kasus, meninggalkan salah satu pihak sebanyak delapan kasus, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak dua kasus dan karena salah satu pasangan dihukum penjara sebanyak satu kasus.

Perceraian di Pontianak tahun 2018

Tahun 2018 perceraian rumah tangga karena perselisihan dan pertengkaran terus menerus mencapai 860 kasus, permasalahan ekonomi 45 kasus, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 20 kasus, permasalah judi 17 kasus, karena poligami sebanyak 11 kasus dan meninggalkan salah satu pihak sebanyak 7 kasus.

Mengatasi Pertengkaran Suami Istri

Terkait tingginya perceraian di Pontianak karena perselisihan atau pertengkaran terus menerus, Psikolog klinis dari Pontianak, Rosdaniar M.Psi Psikolog atau yang biasa dipanggil Niar menyarankan agar suami dan istri untuk membiasakan diri membicarakan permasalahan rumah tangga secara jujur hingga tuntas. Hal ini dilakukan agar permasalahan rumah tangga tidak berlarut-larut. Sebab berlarutnya permasalahan rumah tangga akan mengganggu hubungan suami istri.

Pembicaraan permasalahan dalam rumah tangga harus dibiasakan dari hal yang kecil dan sepele. Dengan seringnya pasangan rumah tangga membicarakan permasalahan maka masing-masing pihak akan belajar tentang sifat pasangannya.

Pasangan suami istri pun disarankan Psikolog kelahiran Pontianak, Niar, memiliki sikap asertif yakni kemampuan mengatakan apa yang dikehendaki dan tidak dikehendaki kepada pasangannya. Sikap asertif yang dimiliki setiap pasangan dapat memperbaiki hubungan dengan pasangan.

Selain itu, Niar menyarankan agar pasangan suami istri untuk berkonsultasi ke psikolog terpercaya untuk membantu penyelesaian solusi serta meredakan emosi.

Rosdaniar, M.Psi. Psikolog mengingatkan agar setiap pasangan untuk tahu tujuan menikah. Sebab semakin serius tujuan menikah maka semakin serius dan cepat pula penyelesaian masalah rumah tangga.

Gambar oleh Steve Buissinne dari Pixabay

One Reply to “Angka Perceraian di Pontianak Mencapai 1000 Lebih”

Tinggalkan Balasan